Apa Jadinya Jika Rasul Melihat Muslimah Saat Ini?

Muslimah, satu kata singkat nan indah sarat makna. Dengan menyandang gelar muslimah, segala aturan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan seorang wanita akan diserahkan kepada Dzat yang menciptakannya. Tidak patut bagi seorang muslimah mencari-cari aturan lain, jika Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu aturan baginya. Dia akan berserah diri terhadap keputusan Robbnya baik suka maupun terpaksa. Namun, seandainya Rasulullah SAW melihat muslimah masa kini….

Arus zaman secara ironis telah menggerus kepribadian muslimah hingga yang tersisa hanya tinggal namanya saja. Kata muslimah tidak lagi bisa bersinergi mengalir dan meresap ke dalam hati, dia hanya bisa membasahi lisan yang sebentar lalu kembali kering tanpa bekas.
Muslimah saat ini yang jauh dari nilai agama
Muslimah saat ini yang jauh dari nilai agama
Seluruh sendi kehidupan muslimah digempur arus berlabel “Modern” secara habis-habisan. Mulai dari penampilan, perkataan dan perilaku menjadi korban keganasan arus modernisasi.

Muslimah zaman sekarang lebih mementingkan penampilan fisik dengan segala polesannya. Bukan tidak boleh muslimah mempercantik diri, namun hakikinya kecantikan diri harus dibentengi dengan kecantikan hati serta kecerdasan akal.

Ketika Allah SWT berfirman:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki mereka, atau putera saudara-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan –pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
(QS. An Nuur : 31)

Maka muslimah yang berhati cantik dan berakal cerdas tidak akan berlomba-lomba untuk tampil cantik di hadapan umum. Dia tahu bahwa Robbnya melarang akan hal itu. Jika larangan Robb dilanggar maka ia sadar buku catatan amalnya akan penuh dengan coretan merah bernama dosa. Kecantikan fisiknya akan didedikasikan untuk sang suami tercinta seorang.

Berbeda dengan muslimah zaman sekarang yang ketika keluar rumah segera mengenakan pakaian terbaik menurut pandangannya, namun tidak menurut Allah. Pakaian serba minim yang tidak menutupi sebagian besar auratnya. Jika pun berupa pakaian panjang, namun bahannya tipis dan atau ketat yang membuat lekuk tubuhnya tetap terlihat. Ditambah kerudung yang dipakai divariasi sedemikian rupa dengan dibelit-belitkan pada bagian kepala sedang bagian dada dibiarkan tak tertutupi.

Polesan pada wajah tidak kalah serunya, dimulai dengan foundation lalu bedak dan perona pipi tak lupa eye shadow warna-warni dan maskara pelentik bulu mata, lipstik merah menyala pun dipilih untuk memoles bibir agar semakin cantik. Alis yang sudah dicukur bersih dilukisnya kembali dengan pensil alis. Dia tidak puas dengan bentuk asli alis yang dianugerahkan Robb yang menurutnya kurang sempurna.

Seandainya Rasulullah SAW melihat muslimah masa kini, maka beliau akan bersabda:

“ Allah melaknat para wanita pembuat tato dan yang meminta dibuatkan tato, para wanita yang mencukur alis mereka dan para wanita yang meminta untuk dicukur alis mereka, dan para wanita yang mengikir gigi mereka, dengan tujuan mempercantik diri mereka, serta merubah ciptaan Allah Ta’ala.” (HR. Muslim)

Masuk waktu shalat sang muslimah modis kebingungan sendiri karena air wudhu akan merusak riasan wajah sedang memakainya kembali memakan waktu yang cukup lama. Akhirnya Ia memilih untuk mengakhirkan shalatnya nanti di rumah, padahal nyawa mungkin saja tidak sampai ke detik tersebut.

Aroma semerbak harum keluar dari parfum yang dikenakannya sehingga membuat kaum lelaki terpikat oleh wanginya.

Seandainya Rasulullah SAW melihat muslimah masa kini, maka beliau akan bersabda:

“Siapa pun wanita yang mengenakan minyak wangi lalu melewati sekumpulan orang agar mereka mencium wanginya maka wanita itu adalah pezina.”
(HR. Nasai, Abu Daud dan Tirmidzi dia mengatakan hasan shahih)

Saudariku muslimah kembalilah menjadi sebenar-benar muslimah. Muslimah cantik hati cerdas akal dan berpenampilan syar’iyah.

Semoga catatan muslimah kali ini bermanfaat khususnya bagi penulis, umumnya bagi saudariku semua. Insya Allah di lain waktu kita bahas mengenai perkataan dan perilaku muslimah.

Segala kebenaran datang dari Allah, segala kesalahan datangnya dari diri penulis. Semoga Allah mencurahkan ampunannya. Aamiin.

0 Response to "Apa Jadinya Jika Rasul Melihat Muslimah Saat Ini?"

Post a Comment